Beranda HUKUM & KRIMINAL Mahasiswa Jambi Jakarta: Ungkap Aktor Suap RAPBD 2018 di Provinsi Jambi

Mahasiswa Jambi Jakarta: Ungkap Aktor Suap RAPBD 2018 di Provinsi Jambi

669
BERBAGI

Foto: kabardaerah.com

DKI.KABARDAERAH.COM – Gabungan personil mahasiswa yang terdiri dari kampus-kampus di Jakarta menyerahkan kajian secara simbolis, yaitu berupa dukungan terhadap KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

“KPK harus berani dan tegas jika memang ada keterlibatan Gubernur Jambi dalam kasus Suap RAPBD 2018. Selaku lembaga yang bersih KPK harus melihat secara jeli bahwa Jambi merupakan daerah yang darurat korupsi,” ujar Koko, selaku koordinator aksi, di depan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jum’at (19/1).

Ia melanjutkan, bahwa telah melakukan beberapa kajian terhadap persoalan ini. Salah satunya mengambil gambaran akan kuatnya kepentingan Gubernur Jambi untuk meloloskan RAPBD 2018 dan kepentingan Ketua DPRD Jambi.

Kepentingan ini, digambarkan dengan fungsi dan peran eksekutif dan legislatif di ranah kebijakan dan seberapa jauh mereka memiliki wewenang. Layaknya sebuah niat dari pembangunan yang dibuat eksekutif (Gubernur) dan yang mengesahkan legislatif (DPRD).

“Mustahil rasanya kalau mereka tidak diusut juga dan kasihan rasanya, karena yang jadi tersangka hanya korban dari petingginya,” tegas Koko mahasiwa dari Universitas Gunadarma ini.

Lebih lanjut Koko menyampaikan, jika ada pihak yang berani intervensi KPK maka mahaiswa pun akan siap berdiri di depan KPK untuk sekedar berkata kami ingin Jambi yang bersih dari korupsi. Karena ini bagian dari tugas mahasiswa untuk mengawasi kinerja pemerintah yang sewewenang-sewenang menjalankan amanah rakyat.

Selain itu Koko juga mengajak mahasiwa Jambi yang ada di Jabodetabek untuk mengawasi jalannya proses hukum ini karena kalau tidak diawasi bisa saja dengan ‘kekuasaan’ kasus ini berhenti begitu saja.

“Namun kami yakin KPK adalah institusi yang bersih maka dengan keyakinan itu KPK harus kita dukung. Jika ada elemen masyarakat yang menolak petisi ini sebagai gerakan yang ditunggangi tentu hal itu membuat saya prihatin karena sebagai bagian dari mahasiswa kami tidak punya kepentingan kecuali menegakkan keadilan di bumi pertiwi ini, khususnya kampung halaman kami,” jelas Koko.

“Kapan lagi kita menyadari untuk mulai berbuat bagi kampung halaman yakni Provinsi Jambi,” tandasnya.

Penulis: Zulfahmi Siregar